-->

IMPORTANT ANNOUNCEMENT !!

In recent months there were some scam cases implicate Binamandiri to collaborate with overseas agent, by imposing as Binamandiri Branch Offices in Indonesia.

Due to the above matter, we would like to inform to the public that Binamandiri DOES NOT HAVE any branch office and/or individual anywhere else outside Malang City in Indonesia, who claim as Binamandiri’s representative who has the authority to collaborate with overseas agency, BESIDE the board of directors at Head Office in Malang, which can be seen in Binamandiri site. The correspondent address between Binamandiri and overseas agency ONLY using the address in Binamandiri’s Business License, Jalan Kartini No.19-A Malang-Indonesia 65111, Phone +62 (341) 323990, Fax +62 (341) 366566, account@binamandiri.com. All correspondent emails are using corporate email and not any commercial-free email such as Yahoo Email

Any contacts outside the above Correspondence Information are considered imposter. Binamandiri does not be responsible for any loss caused by misleading from Binamandiri’s imposter. All fraud cases will be reported to the Ministry of Manpower and Transmigration for further criminal prosecution. For any information please refers to our website

Wednesday, April 22, 2009

Maladewa

Maladewa atau lebih populer disebut Maldives dalam bahasa Inggris, adalah negara kepulauan yang terletak di Samudra Hindia, di sebelah utara pesisir Sri Lanka. Separuh dari pulau-pulau Maladewa adalah Atoll atau terumbu Karang. Maladewa memiliki kurang lebih 1922 pulau dan hanya 20 persennya dihuni.

Maladewa merupakan bekas jajahan Inggris dan termasuk negara persemakmuran Inggris. Bahasa yang digunakan adalah Dhevinet serupa dengan bahasa Arab, bahkan tulisannya pun berasal dari Tulisan Arab, akan tetapi bahasa Inggris merupakan bahasa kedua di Maladewa dimana sistem pendidikannya pun mengacu pada sistem pendidikan di Inggris.
Total penduduk Maladewa adalah sekitar 300.000 (tiga ratus ribu orang) belum termasuk sekitar 50.000 (lima puluh ribu) orang tenaga kerja asing dari seluruh penjuru dunia, terutama berasal dari Bangladesh, Sri Lanka, India. Maladewa adalah negara yang 100% muslim, dan keseluruhan sistem kenegaraan menganut sistem hukum Islam termasuk didalamnya adalah Libur pada Hari Jumat. Adalah menjadi ketentuan, tidak ada warga negara Maladewa yang non-muslim. Penduduk Maladewa merupakan etnis keturunan Bangladesh.

Male adalah ibukota Maladewa yang terletak dalam satu pulau sendiri dimana 70% penduduk Maladewa tinggal. Luas pulau Male sangat kecil hanya kurang lebih 3 kilometer persegi dan dapat dikelilingi dalam waktu 15 menit dengan mobil. Bangunan-bangunan di Male seperti perkampungan di Indonesia yang saling berhimpitan dan tanpa halaman, dengan jalan utama hanya selebar 4,5 – 6 meter. Di Male, terdapat semua kantor pemerintahan dan swasta.
Kesulitan terbesar di Male adalah untuk mengetahui lokasi rumah atau bangunan, dikarenakan Male menggunakan sistem nama bangunan daripada pernomeran, sehingga untuk bepergian harus menggunakan taxi dengan biaya + Rp. 18.000 jauh-dekat. Setiap bangunan memiliki nama yang unik untuk membedakan satu dengan yang lainnya.
Taxi dan transportasi darat lain hanya terdapat di pulau Male saja.
Airport Male terletak di Pulau Hulhule yang berseberangan dengan Pulau Male, dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan kapal penumpang yang setiap 10 menit beroperasi.

Perekonomian Maladewa tergantung sepenuhnya dari industri pariwisatanya. Pemerintah maladewa menyewakan dan memprivatisasi pulau-pulau atol yang dimiliki kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk dikelola.
Maladewa saat ini memiliki sekitar 89 resort pada 89 pulau, 1 pulau untuk 1 resort, dan tahun 2009 direncanakan 9 resort baru akan dibuka dan hingga tahun 2015 terdapat total 43 resort baru yang selesai dibangun dengan kapasitas 8000 kamar.
Resort-resort tersebut terletak menyebar di samudra Hindia dan terisolasi dari keramaian. Resort hanya dapat dicapai dengan pesawat komuter kecil atau speed boat. Resort bersifat kawasan pribadi yang hanya dengan reservasi dapat mengunjungi resort tersebut. Tidak seperti Male, yang penuh dengan orang dan keramaian, resort sangat terisolasi, sehingga pegawai yang bekerja di resort diberikan fasilitas lengkap oleh pengelola, dan dapat menggunakan semua fasilitas hotel atau resort yang ada.
Rata-rata gaji terendah yang diterima adalah berkisar antara USD 200 – USD 250, memang tidak besar, tetapi mereka akan menerima Service Charge Bonus yang merupakan 10% dari pendapatan perusahaan dibagi secara proposional kepada seluruh pegawai dan rata-rata mencapai USD 500/bulannya.
Adalah peraturan di Maladewa, bahwa setiap pekerja asing akan mendapatkan fasilitas penuh yaitu 3 kali makan dan akomodasi, sehingga pekerja asing menerima gaji bersih.

Biaya hidup di Maladewa tergolong mahal, dikarenakan semua bahan makanan adalah import dan air minum merupakan penyulingan dari air laut. Rata-rata sehari berkisar Rp. 150.000 untuk kebutuhan makanan.

Maladewa sangat membutuhkan banyak pekerja asing untuk membangun dan menjalankan resort dikarenakan penduduknya yang sangat sedikit yang tidak dapat memenuhi permintaan akan tenaga kerja dari seluruh resort. Untuk setiap resort diperkirakan mempekerjakan rata-rata 300 orang dan untuk pembangunannya sedikitnya 500 orang per-resort dibutuhkan. Penduduk Maladewa bisa dikategorikan masih tergantung pada orang tua sehingga keinginan bekerja sangat minim. Dikarenakan hal tersebut, pemerintah Maladewa memberikan kuota maksimal 50% dari total pekerja dapat di datangkan dari luar negeri.

Maladewa adala peluang bagi Tenaga Kerja Indonesia terutama disektor perhotelan untuk mendapatkan gaji tinggi dan pengalaman kerja yang luar biasa.

Dalam bahasa Dhiveni, “Dhivehi raaje yah maruhabaa" Selamat Datang di Maladewa